Sign in

messageOnload

Mencari Redha Ilahi_Pages

Ahlan wasahlan

Ahlan wasahlan
selamat melawat blog ana yang lahir semula ini..
moga input yg akan datang akan memberi manfaat kepada
semua..

"
jangan lupa tinggalkan komen anda untuk penambah baikan"

"kalau tak boleh buat semua jangan tinggal semua"

27 January 2010

InsyaAllah dalam janji..

Dalam hal yang melibatkan janji, saya amat takut sekiranya tidak menepati janji-janji yang telah saya tetapkan. Tidakkah kamu takut untuk berjanji? Kita menjanjikan sebuah ketentuan di masa akan datang, meskipun hal itu dipercayai bakal berlaku menurut ketentuan kita. Tetapi, bisakah ianya berlaku sekiranya Allah tidak mengizinkan?

INSYA ALLAH

Insya Allah dari segi bahasa bermaksud "jika dikehendaki dan dengan izin Allah sesuatu akan berlaku".

Insya Allah adalah satu pengharapan sekaligus berupa sebuah doa. Dan dalam istilah itu sendiri, kita turut jangan mengendahkan bahawa ianya harus kita selitkan dengan penyerahan sesungguhnya kepada Allah. Kita sering mengatakan Insya Allah, bahawasanya kita mengharap apa yang ditentukan itu seperti apa yang dirancang Tuhan.

Insya Allah adalah berupa sebuah janji yang terikat dengan ketentuan Allah. Maka, kerana itu, sekiranya seseorang mengatakan Insya Allah, ia adalah perkataan tergantung bersimbolkan penyerahan kepada ketentuan dan keizinan Allah, kerana Dialah yang berkuasa untuk mengizinkan segala hajat kita agar terkabul.

Apa yang membedakan, sekiranya kamu berjanji tanpa menggunakan perkataan Insya Allah, maka kamu sebenarnya berdusta - pada saat janji kamu itu tidak terlangsaikan. Dan, secara tidak sedar, kita menjadikan mereka (dengan seseorang yang kita berjanji) tidak mengharapkan ketentuan Tuhan, sebaliknya bergantung kepada kita - si penabur janji.

AL-KAHFI (23-24): TEGURAN TERHADAP KEKASIH-NYA

Betapa tidak, kerana perkataan Insya Allah ini, Rasulullah SAW sendiri - Sang Habibullah, justeru pernah ditegur Allah pada saat kaum musyrik Mekah saat itu ingin menguji kerasulannya, tatkala mereka menanyakan berkaitan 3 hal: tentang Ruh, Dzul Qarnain dan Ashabul Kahfi. Rasulullah SAW dengan penuh yakin mengatakan pada hari esok, setelah diturunkan wahyu sebagai jawapan kepada orang musyrik itu, dia akan menjawab soalan-soalan mereka. Sampailah pada keesokan harinya, Jibril tidak turun untuk menyampaikan wahyu. Sehinggalah selama berbelas-belas hari, apakala Muhammad dirundung kesedihan, diejek oleh kaumnya, maka sesudah itu turunlah ayat-ayat cinta-Nya berupa teguran terhadap kekasih-Nya penuh lemah-lembut;

"Dan janganlah engkau sekali-kali mengatakan terhadap sesuatu, "Sungguh, aku akan mengerjakan itu besok pagi," kecuali dengan menyatakan, "Insya Allah." Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika engkau lupa dan katakanlah, "Kiranya Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenaran-Nya daripada ini." (Al-Kahfi: 23-24)

Inilah relevannya perkataan Insya Allah, saat kita berjanji kepada sesiapa pun yang telah kita berikan pengharapan kepada-Nya. Bukankah Allah yang mengizinkan sesuatu perkara itu berlaku? Kerana itulah setiap apa yang direncanakan oleh kita adalah untuk menyesuaikan rencana itu seiring dengan rencana Tuhan. Sekiranya Allah tidak berkenan, maka rencana kita hanya sekadar rencana yang tak akan pernah diizinkan oleh Tuhan untuk dijadikannya.

Berhati-hatilah dengan berjanji. Takutlah kepada Allah sekiranya janji yang telah kamu tetapkan itu tidak akan diizinkan Allah, apatah lagi sekiranya kamu berjanji dengan manusia dan melibatkan soal wang.

Kita berjanji dengan mengharapkan keoptimisan Tuhan atas kasih sayang-Nya.

Jangan berjanji seperti berjanji kepada
Ah-Long. Merana!

Wallahu 'alam.

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget

QUDWAHHASANAH LAGU

>>Mutiara Kata<<

Ibu dari segala UBAT adalah SEDIKIT MAKAN,

Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA,

Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BERBUAT DOSA,

Ibu dari segala CITA-CITA adalah SABAR.